Berita  

Antisipasi Mobilisasi Massa May Day, PPAI Jakarta Bangun Sinergi Jaga Kamtibmas

banner 468x60

Jakarta Selatan, BERITAPAGIPAGI — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, jajaran pengurus Persaudaraan Pengemudi Ambulans Indonesia (PPAI) DPW Jakarta Raya menggelar pertemuan bersama tim terkait guna memperkuat koordinasi dan memastikan peran komunitas tetap berada pada koridor kemanusiaan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (28/4/2026) pukul 19.00 hingga 21.50 WIB di Caricafe Society, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan dihadiri sekitar 12 orang pengurus PPAI, di antaranya Ketua DPW Jakarta Raya Kustoyo, beserta beberapa pengurus lainnya.

banner 325x300

Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan maksud untuk menjalin silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi yang lebih intens dengan PPAI sebagai bagian dari mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya menjelang momentum May Day yang kerap diwarnai mobilisasi massa.

Ketua DPW PPAI Jakarta Raya, Kustoyo, menjelaskan bahwa organisasi PPAI secara nasional berpusat di Pekanbaru, Riau, dengan anggota yang terdiri dari pengemudi ambulans perorangan, rumah sakit, hingga perusahaan. Di wilayah Jakarta Raya, PPAI memiliki sekitar 15 unit ambulans aktif beserta pengemudinya, serta didukung oleh sekitar 50 relawan yang mengoperasikan ambulans milik yayasan, rumah sakit, maupun lembaga lainnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh anggota PPAI diwajibkan memenuhi standar organisasi, mulai dari kepemilikan kartu identitas resmi berlogo dan barcode, penggunaan seragam saat bertugas, hingga kepatuhan terhadap aturan internal termasuk iuran anggota.

Lebih lanjut, Kustoyo mengungkapkan bahwa PPAI juga menjalin kemitraan dengan komunitas ambulans lain seperti PUMA dan LAI. Namun, hingga saat ini belum terdapat forum koordinasi bersama secara formal yang mempertemukan seluruh komunitas tersebut dalam satu wadah komunikasi terpadu.

Menanggapi dinamika situasi terkini, Kustoyo secara tegas menyampaikan keprihatinan atas adanya dugaan penyalahgunaan ambulans untuk kepentingan di luar fungsi medis. Ia menegaskan bahwa PPAI mengecam keras praktik tersebut karena mencederai nilai kemanusiaan dan merusak kepercayaan publik terhadap layanan darurat.

“Secara organisasi, kami pernah mengeluarkan instruksi agar anggota tidak terlibat dalam aksi demonstrasi. Namun apabila terdapat permintaan bantuan medis dalam kegiatan yang melibatkan massa, anggota tetap dapat memberikan pelayanan dengan syarat harus sepengetahuan pengurus, dilengkapi surat jalan, dan berkoordinasi dengan petugas keamanan di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan keberadaan ambulans benar-benar digunakan untuk kepentingan evakuasi medis, serta memudahkan pengaturan posisi dan akses dalam situasi darurat.

Sebagai penutup, PPAI DPW Jakarta Raya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama pelaksanaan May Day 2026 maupun kegiatan berskala besar lainnya. Organisasi ini juga menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk penyalahgunaan ambulans, termasuk untuk mendukung aksi anarkis, membawa barang terlarang, maupun tindakan arogan di jalan raya.

Komitmen tersebut menjadi sinyal kuat bahwa di tengah meningkatnya dinamika sosial, peran komunitas ambulans tidak hanya sebatas layanan darurat, tetapi juga bagian penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik. (*/ADR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *