JAKARTA SELATAN, BERITAPAGIPAGI – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang identik dengan mobilisasi massa, Persaudaraan Pengemudi Ambulans Indonesia (PPAI) DPW Jakarta Raya menegaskan sikap keras: ambulans tidak boleh diseret ke dalam kepentingan di luar misi kemanusiaan. Penegasan ini muncul dalam pertemuan internal yang digelar Selasa (28/4/2026) malam di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam forum tersebut, Ketua DPW PPAI Jakarta Raya, Kustoyo, menyoroti adanya indikasi penyalahgunaan ambulans yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan merusak kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa ambulans adalah simbol penyelamatan, bukan alat untuk kepentingan tertentu, terlebih dalam situasi aksi massa yang rawan eskalasi.
Sebagai langkah antisipatif, PPAI memperketat pengawasan internal dengan menerapkan standar operasional ketat bagi seluruh anggota, mulai dari penggunaan identitas resmi berbarcode, kewajiban berseragam, hingga pelaporan aktivitas di lapangan. Langkah ini dinilai penting untuk menutup celah penyalahgunaan fasilitas ambulans yang memiliki akses prioritas di ruang publik.
Di sisi lain, PPAI juga mendorong penguatan koordinasi lintas pihak guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Namun, belum adanya forum terpadu antar komunitas ambulans diakui menjadi titik lemah yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
PPAI menegaskan bahwa keterlibatan ambulans dalam kegiatan massa hanya dibenarkan untuk kepentingan medis dengan syarat ketat, termasuk izin organisasi dan koordinasi dengan aparat. Organisasi ini pun menyatakan komitmen tegas menolak segala bentuk penyalahgunaan ambulans, seraya mengingatkan bahwa di tengah tensi May Day, netralitas ambulans adalah harga mati. (*/ADR)













